Warga Tambun Gembira Rencana Becakayu Tambah 2KM

oleh -282 views
Bekasi, INDIKASINews — Masyarakat Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dan sekitarnya menyambut baik, rencana penambahan panjang Jalan Tol Layang Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) hingga ke wilayahnya.
“Ini satu langkah bagus dan berharap ada dampak positif kalau Tol Becakayu diperpanjang hingga ke sini,” ujar Idi Rohidi, Kepala Desa Mangunjaya, Tambun Selatan, saat dihubungi Media, Minggu (5/11/17).
Menurut Penasehat Asosiasi Pemerintahan Desa (Apdes) Kabupaten Bekasi ini, sudah saatnya wilayah Tambun Selatan diperlancar arus kendaraan, karena pintu gerbang Kabupaten Bekasi dari sebelah barat.
Sementara itu Ny Ayuni, 34, mengaku senang dan berharap segera terwujud rencana itu, apalagi saat ini Tambun Selatan, terkenal dengan macetnya terutama untuk jalan-jalan yang masuk daerah perumahan.
Karenanya, guru taman kanak-kanak ini, berharap selain ada Tol Becakayu, pemerintah juga segera membangun akses jalan yang menuju wilayah perumahan-perumahan, “Jangan sampai jalan tol ada, terus ke dalamnya macet. Sama juga bohong,” cetus Ny Ayuni, sambil mengatakan, namanya memindahkan kemacetan.
NAMBAH 2 KM
Jalan Tol Layang Becakayu, yang dikerjakan PT Waskita Toll Road lewat konsorsium PT Kresna Kusum Dyandra Marga (KKDM) rencananya akan diperpanjang hingga ke Tambun Selatan, Bekasi. Dari panjang total 21,04 km, tol ini akan ditambah 2 km menjadi 23,08 km, yakni dari Metropolitan Mal (MM) di Bekasi Selatan hingga Tambun Selatan.
Hal ini dilakukan agar akses dari Jakarta menuju Bekasi bisa semakin lancar dan mengurangi beban di tol Jakarta-Cikampek.
“Kita sedang jajaki sampai Tambun dari Bekasi, tambahan dari 21 km menjadi 23 km,” kata Direktur Utama PT Waskita Toll Road, Herwidiakto saat ditemui di tol Becakayu, Bekasi.
Penambahan panjang sekitar 2 km ini pun diperkirakan akan menambah biaya investasi pembangunan tol yang seluruhnya dibangun elevated atau melayang ini membengkak dari sekitar Rp 9 triliun menjadi Rp 13 triliun. Penambahan trase ini kata dia sudah dilaporkan ke Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) sejak sebulan yang lalu.
“Sudah sejak sebulan yang lalu, sekarang lagi dikaji. Kan prosesnya panjang seperti penloknya. Jadi nanti pasti ada perubahan PPJT lagi,” ucapnya.
Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna mengatakan, sampai saat ini proses penambahan panjang tol yang sudah dibangun sejak 1997 itu kini tengah dalam pengerjaan basic design.
“Kalau dari kawasannya memang perlu diteruskan sampai ke Tambun, karena dari Tambun itu sulit sekali mau ke arah Jakarta sini. Jadi yang lokalnya interland Jabodetabek bisa lewat tol ini. Jadi ya nanti bisa nampung 20.000 kendaraan per harinya. Nanti juga yang menggunakan dari Jakarta-Cikampek dari Bekasi yang selama ini Jakarta-Cikampek akan pindah,” ucap Herry. (pk-in/red)

Loading...