Waw, Hebat Dua Presidium Hadiri RPD Daerah Otonom Baru

oleh -222 views
Kotabaru, INDIKASINews  — Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPRD Kabupaten Kotabaru Dengan Tim Expos presidium Pemekaran Daerah Otonom Baru (DOB), Senin 9/10 di ruang Rapat Gabungan DPRD Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan
RDP di pimpin langsung oleh Ketua Komisi I DPRD, Suji Hendra dan dihadiri Anggota DPRD Komisi I diantaranya; Arbani, Syairi Mukhlis, Martin Sovian, Shokhiful Anam dan seorang anggota DPRD Komisi III, Nusriono, Asisten I Setda Kabupaten Kotabaru Hariansyah , Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Kepala SOPD, Tim Expos Presidium, dan LSM- Lembaga Rakyat Peduli Borneo.
Daerah Kabupaten Kotabaru yang ingin di mekarkan adalah Pamukan dan Kelumpang.
Yang menyampaikan aspasi adalah kelompok masyarakat yang menamakan dirinya Presidium Pamukan Raya yang diketua Ibnu Faozi.
Saat ini dia menjabat sebagai Direktur Politeknik Kotabaru.
Ia datang ke DPRD besama kawan-kawan. Salah satunya Herpani, mantan Kepala Desa Geronggang, Kecamatan Kelumpang Tengah yang merupakan Asli Putra Kelumpang.
Dia mengaku hadir di RDP ini atas undangan Presidum Pamukan Raya.
Menurut Herpani, daerah Pamukan dan Kelumpang yang terdiri dari 109 desa ini sudah sering di gaungkan untuk di mekarkan dengan bermacam nama.
Di katanya pada tahun 2015 lalu sudah ada pertemuan di batulicin dan di sepaki waktu itu namanya “Kabupaten Tanah Kambatang Lima”.
Di katakan Herpani Pebruari 2016 sudah ada rencana ekspose, tapi karena ada sesuatu hal dan melihat situasinya belum pas maka ekspose di tunda dan di rencanakan ulang waktunya tapi sampai sekarang tidak ada kabarnya.
Saya tidak mempermasalahkan apa pun namanya (Kabupaten) baru nantinya, yang penting Kabupaten Kotabaru di mekarkan.
Kami minta pemekeran ini serius dilaksanakan, jangan hanya sekedar panas- panas ….. (titik- titik) ayam, dan jangan selalu dikaitkan dengan kepentingan politik dan golongan, ucapnya.
Sebagian besar anggota DPRD yang hadir setuju adanya pemekaran dengan berbagai argumentasi mereka.
Ibnu Faozi mengatakan, latar belakang rencana pemekaran (mereka ekspose di RDP) dan merupakan Point penting (ekspose) ini untuk menyampaikan rekomendasi ke DPRD antara lain;
DPRD Kotabaru memberikan rekomendasi agar pemerintah daerah/ Bupati Kotabaru membentuk TIM Kajian Daerah Otonom Baru (DOB).
Eksekutif dengan persetujuan Legislatif mengalokasikan untuk TIM Kajian DOB di mulai pada APBD Tahun 2018 dan merevisi RPJMD 2016- 2021.
Nama DOB yang awalnya Pamukan Raya menjadi Tanah Kambatang Lima.”
Ibnu menyakini, rencana pemekaran wilayah ini tidak akan di tolak Bupati karena merupakan “hutang” politik yang pernah disampaikan kepada masyarakat (pamukan dan kelumpang).
Ibnu menambahkan, soal anggaran membentuk Tim Kajian “kalau Bupati memang serius tentu akan dianggarkan, harapanya.
Isu pemekaran wilayah di Kabupaten Kotabaru imi sudah lama di gaungkan dengan nama-nama antara lain; Kelumpang Raya, Pamukan Raya, Ratu Intan Jaya, dan Tanah Kambatang Lima.
Di akhir paparannya, Ibnu meminta DPRD kembali menggelar RDP lanjutan untuk melihat apakah bupati merespon pemekaran ini.
Sementara itu Bahrudin, Ketua Presidium Kabupaten Tanah Kambatang Lima yang hadir beberapa menit setelah pembahasan di mulai menjelaskan, sebenarnya sejarahnya ketika kami (masyarakat Pamukan dan Kelumpang) menyampaikan aspirasi pentingnya pemekaran ini karena kondisi kesejahteraan yang mungkin belum bisa diharapkan.
Menurutnya, yang berwenang melakukan kajian teknis itu Kemendagri. Ini yang perlu dipahami. Jadi apa artinya kita menggelontorkan APBD untuk melakukan kajian?.
Kenapa dinamakan Kambatang Lima?
Bahrudin menjelaskan, Kambatang itu berasal dari bahasa Dayak artinya sungai.
Lima itu ada lima sungai; sungai cantung, sungai bakau, sungai durian, sungai bangkalan dan sungai sampanahan dan adanya sejak kerajaan ratu intan,”terangnya.
Kenapa ada nama tanahnya?
Ditambahkannya, karena disana ada tanah laut, tanah bumbu, dan tanah grogot.
Mengenai nama, kata dia, kami sudah mendiskusikan. Kita mencari nama yang senetral- netralnya maka munculah nama Tanah Kambatang Lima.
Kalau pamukan raya yang di munculkan akan menimbulkan sentimen bagi orang kelumpang, tekannya.
Rencana Pemekaran Kabupaten Tanah Batang lima yang meliputi wilayahnya dua belas (12), tujuh (7) Kecamatan yang ada di Kelumpang dan lima (5) Kecamatan ada di Pamukan, kami sudah lama membentuk Presiduum ini untuk kepetingan pemakaran dan kami selalu aktif melakukan pertemuan dari mulai di tingkat bawah namun kami tidak memberitakan secara besar-besaran, tiba- tiba ada muncul sekelompok tertentu yang ingin memekarkan atas nama Pamukan Raya, ini yang menjadi masalah bagi kami.
Kata Bahrudin, ” Menurut PP 78 itu secara tekhnik ada kajian istilahnya mampu, sangat mampu dan tidak mampu, kalau hanya lima (5) Kecamatan, kami menyakini secara tekhnis pasti tidak memenuhi syarat, demikian juga Kelumpang yang hanya ada tujuh (7) Kecamatan, mengambil dari ke Tanah Batang lima (5) agar nantinya kajian tekhnisnya memenuhi syarat, kita berjuang percuma kalau kajian tehknisnya tidak memenuhi syarat.
Arbani mengingatkan, tentang penganggaran untuk tim kajian pemekaran kabupaten ini apakah tertuang di dalam RPJMD kita?.
Kalau tidak tertuang kita harus merevisi dulu RPJMD kita,”katanya.
Nursiono, anggota DPRD Daerah Pemilihan Kelumpang mengatakan bahwa intinya masyarakat di sana menginginkan ada pemekaran.
Menurut perkiraannya, kalau Kelumpang dan Pamukan masih gabung dengan Kotabaru mungkin sampai 50 tahun tidak ada perkembangan.
Saya berharap dua presedium (Kambatang Lima dan Pamukan Raya) bersatu karena banyak yang mendukung pemekaran. (Hrp)

Loading...