Batam,indikasinews.com-Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam ,Dohar Mangalando Hasibuan,ternyata bermantal pemblokir nomor WhatsApp wartawan.sikap yang ditunjukkan Kadis DLH Batam ini patut diduga sangat anti terhadap wartawan yang mengkonfirmasinya menyoroti terkait hal-hal yang berkaitan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam.
Baca juga : Kejaksaan Turun Tangan,Pipa ‘Tak Bertuan’ Diduga Ganggu Proyek Drainase Bernilai Rp15 Miliar
Informasi yang berhasil dijaring dilapangan ,Kadis DLH Batam ini telah banyak memblokir nomor wartawan yang konfirmasi mengkritik kinerja DLH Batam.mental aneh ini ternyata bukan lagi cerita baru,namun telah meluas kemana mana secara khusus dikalangan internal wartawan.
” Awal kita hubungi atau kita kirim pesan konfirmasi lewat chat WhatsApp ada balasan.Tapi jika konfirmasi yang mengkritik DLH,maka besoknya nomor wartawan tersebut dia blokir.sudah banyak nomor yang dia blok” demikian diutarakan inisial H saat ngopi bareng di Greenland Batam Center ,pada Kamis tanggal (24/9/2026) pengakuan seperti ini telah berulang didengar awa media ini dari beberapa oknum wartawan.
Baca juga :AMSBP Laporkan Dugaan Pipa Liar di Proyek Drainase Rp15 Miliar Sei Beduk ke Kejaksaan
Wali Kota Batam ,Amsakar Achmad ,belum berhasil dimintai tanggapan terkait tingkah laku Kadis DLH Batam yang memiliki jurus blokir nomor wartawan tersebut.Publik pun meminta pertanggung jawaban Wali Kota Batam terhadap pejabat yang diangkatnya dapat memberikan jawaban terkait apa saja pertanyaan yang diperlukan wartawan agar informasi publik benar benar sampai kepada masyarakat secara utuh sehingga kebenarannya dapat dipertanggung jawabkan.
Baca juga:Anggota DPRD Batam Jimmi Siburian Soroti Pipa ” Tak Bertuan” di Jalan S Parman Sei Beduk
Kadis DLH Batam ini sebelumnya pernah viral di sosial media TikTok karena berkata “sedang diatas perut”,dan nomor WhatsAp terbaru yang dia blokir adalah wartawan tim media ini hanya karena kerap meng konfirmasinya terkait suara viral di TikTok “sedang diatas perut “ serta mengkonfirmasinya terkait pengambilan sampel air diduga limbah yang mengalir dari salah satu pipa di duga milik PT.Batamindo Cakrawala Investment di Jl S Parman ,Sei Beduk,Kota Batam,Provinsi Kepulauan Riau.
Pengambilan sampel air dari pipa berukuran jumbo ini terjadi setelah pemberitaan media grup Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) Provinsi Kepri viral dengan dugaan pipa berdiameter melintas di Jl S Parman tanpa pemilik diduga mengganggu proyek saluran drainase Dinas Bina Marga menggunakan APBD Batam tahun anggaran 2026 sebesar Rp15 Miliar lebih.
Pertanyaan pun muncul,ada apa dengan pipa tersebut dan siapa yang memerintahkan DLH Batam mengambil sampel air yang keluar dari pipa ini serta dalam apa keperluannya masih menjadi misteri karena terbukti Kadis DLH Batam merahasiakannya tidak bersedia mengungkapkannya kepada publik.bahkan DLH Batam tidak menjawab surat konfirmasi resmi yang dikirim SWI terkait uji sampel air tersebut.
Meski sekitar dua minggu yang lalu kepada tim media ini diakuinya hasil uji lab air yang diambil dari pipa tersebut telah keluar,namun ia tidak bersedia membeberkan kepada publik dengan alasan menunggu hasil uji lab dari Batamindo untuk kemudian dicocokkan dengan hasil uji lab dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam.
(Red)





