Dinas Bina Marga Mengaku Tak Tau Pipa Milik Batamindo Melintang di Bawah Jalan,Kadis DLH Tertutup Hasil Uji Sampel Air di Duga Limbah

Berita Daerah27 Dilihat

Batam,indikasinews.com-Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) mengaku tidak mengetahui pipa milik PT.Batamindo Investment Cakrawala berada melintang dibawah jalan protokol Jl S Parman,Kecamatan Sei Beduk,Kota Batam,Provinsi Kepri,yang diduga mengganggu pembangunan proyek drainase bernilai Rp 15 Miliar lebih.

” saya tidak tau kalo disitu ada pipa dan siapa pemiliknya pun tidak tau ” demikian diutarakan Kabid BMSDA Kota Batam,Adi, dalam pertemuan yang dihadiri Jaksa Arfian dari Seksi Intel Kota Batam, LSM PETIR,Majelis Lingkungan Hidup Muhammadiyah dan SWI Provinsi Kepri di Solusi Coffee & Resto,Batam Center,pada Jumat tanggal (18/9/2026).

Mendengar jawaban Kabid Drainase BMSDA ini,muncul dugaan bahwa pipa berdiameter besar milik PT.Batamindo ini diyakini tidak memiliki izin dari pemerintah meski diyakini telah dipasang dengan waktu yang sangat lama.

Pipa melintang di Jl S Parman ini melintang diduga mengganggu proyek drainase yang sedang dibangun mengeluarkan air berwarna hitam diduga limbah. Sebelumnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam dengan pegawai Batamindo telah mengambil sambil air tersebut untuk dilakukan uji laboratorium apakah air yang keluar dari pipa tersebut mengandung limbah atau tidak.

Bahkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Batam ,Dohar Mangalando Hasibuan kepada tim media telah mengakui pipa tersebut milik Batamindo dan mengakui uji laboratorium air yang diambil tersebut telah keluar,namun tidak bersedia memberitahukan hasilnya dengan alasan menunggu hasil ini lab dari Batamindo.

Namun waktu telah berjalan berbulan lamanya hasil uji laboratorium air yang diambil dari pipa tersebut dirahasiakan.Bahkan Kadis DLH Batam tidak menjawab beberapa pertanyaan konfirmasi melalui pesan WhatsApp yang dikirimkan tim media ini.

Media ini jm,pada Sabtu sekira pukul 19 Wib mengirimkan pesan konfirmasi kepada Kadis DLH Batam,namun terlihat contreng satu sehingga belum ada balasan.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *