Dua Kreator Asal Batam di Teror,Minta Postingan Blackout Batam di Takedown

Berita Daerah21 Dilihat

Batam,indikasinews.com-Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) Provinsi Kepulauan Riau ,menyayangkan adanya penelepon “misterius “terhadap dua orang konten kreator asal Batam yang menyoroti terjadinya pemadaman listrik total (Blackout) di Kota Batam, Tanjung Pinang dan Bintan, pada Senin tanggal 12/10/2026.

SWI Provinsi Kepri meminta aparat hukum melakukan penyelidikan siapa oknum yang menelepon dua orang konten kreator asal Batam yang meminta take down postingan Blackout Batam,Tanjung Pinang dan Bintan tersebut.

Penelepon misterius ini muncul sehari setelah Blackout Batam atau tanggal 13/10/2026 , peristiwa ini diungkapkan Gubernur LSM Lira Kepulauan Riau ,Yusril Koto, di akun TikTok Yusril the Koto menceritakan adanya seseorang menelpon dirinya yang dia anggap ‘misterius’ mengaku bernama Satria.

Menurut Yusril, penelepon yang mengaku bernama Satria tersebut kepadanya berkata ,postingan terkait Blackout Batam memicu kegaduhan diruang publik sehingga sebaiknya diturunkan atau dihapus.Namun Yusril berkata dengan tegas menolak permintaan ini dengan alasan usahanya tutup selama dua hari  dikarenakan listrik padam dan air bersih mati.

“Penelepon tersebut meminta menghapus atau men take down unggahan di akun TikTok ‘Batam Bicara Cetral News’yang menceritakan peristiwa Blackout Batam yang terjadi pada Senin tanggal 12/10/2026.permintaan itu saya tolak mentah mentah” ujar Yusril.

Hal senada juga dialami Tiktoker asal Batam.dalam unggahannya di akun TikTok @halobatam memaparkan seseorang mengaku dari “cyber”menghubunginya melalui telepon meminta unggahannya terkait Blackout Batam agar segera dihapus karena menciptakan kegaduhan di masyarakat.

Karena merasa informasi yang dia unggah berkaitan dengan Blackout Batam,Tanjung Pinang dan Bintan  benar terjadi sesuai fakta ,Tiktoker asal Batam ini pun mengabaikan permintaan take down dari penelepon yang mengaku dari “cyber” tersebut.

” mengaku dari cyber,entah cyber apa saya tidak tau.meminta unggahan Blackout Batam, Tanjung Pinang,Bintan saya take down dan akan dibayar Rp 500 tapi saya tolak ” demikian ia jelaskan di tayangan TikTok @halobatam.

Media ini mencoba meminta tanggapan dari humas PLN Batam Rahmad Furqon melalui pesan konfirmasi WhatsApp dan sambungan WhatsApp,pada Kamis tanggal (15/10/2026) sekira pukul.09 -34 Wib.

Kemudian Humas PLN Batam ini dengan tegas menjawab,bahwa pihaknya tidak mengetahui hal tersebut serta memastikan pihak management PLN Batam tidak pernah memberi instruksi terkait hal tersebut.

“Pagi. Kami tidak mengetahui perihal siapa atau adanya pihak yang meminta takedown terkait konten pada media sosial ataupun pemberitaan. Kami pastikan dari pihak manajemen juga tidak pernah memberikan instruksi tersebut” tulis pesan chat WhatsApp yang dia balas kemedia ini.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *