BATAM-Pelabuhan gelap atau yang biasa disebut pelabuhan tikus di berbagai sudut Kota Batam seperti yang ada di beberapa titik didaerah jembatan 2-3-4 Barelang dan Pelabuhan Tanjungriau menjadi akses utama bagi para mafia penyeludup barang ilegal seperti rokok non cukai untuk menyeludupkan barang barang ilegal tersebut keluar dari Kota Batam menuju daerah kabupaten kota provinisi lainnya.
Investigasi yang berhasil dihimpun media ini memberi sinyal bahwa ternyata pelabuhan Domestik Sekupang dan juga pelabuhan Roro Telaga Punggur Kota Batam,Provinsi Kepulauan Riau kerap terjadi aksi pengiriman rokok ilegal non pita cukai dan barang spare part ke berbagai daerah lain.
” saya sangat sering membaca informasi berselewiran di banyak media online,jangankan pelabuhan si tikus ,dari pelabuhan Domestik Sekupang dan pelabuhan Roro Telaga Punggur kerap terjadi penyeludupan rokok ilegal non pita cukai,padahal disana banyak oknum petugas aparat negara yang bertugas ,sehingga kita dipaksa berpikir mau apa jadi republik ini aksi pengiriman barang ilegal penyeludupan bisa lewat dari pelabuhan yang dijaga oknum petugas negara” ujar sumber media ini di Tiban Sekupang,pada Sabtu (27/12/2025).
Warga Kecamatan Sekupang ini pun mengkritik kinerja Bea Cukai KPU Batam yang menurutnya kurang becus dalam menangani persoalan penyeludupan berbagai jenis barang ilegal di Kota Batam seperti rokok ilegal non pita cukai,balpress ,spare part dan diyakini masih banyak jenis lainnya.
Namun celaknya,petugas BC Batam apalagi yang bertugas di pelabuhan Pelni Batu Ampar terlihat sangat garang dan beringas terhadap calon penumpang,bahkan sanggup menahan barang penumpang tersebut dengan alasan didalamnya berisikan barang pakaian bekas.padahal yang dibawa penumpang tersebut pakaian sendiri yang tidak lagi mereka pakai namun masih layak dibawa untuk diberikan kepada saudaranya di kampung halaman masing-masing.
Mestinya lanjut sumber ini.BC itu berkaca diri,banyaknya barang pakaian bekas yang begitu banyak dan bebas dijual banyak pasar di Kota Batam adalah menunjukkan kaegagalan BC Batam mengatasi penyeludupan balpress yang masuk dengan mudah ke Batam
” BC Batam kalah mengatasi mafia penyeludup balpres bebas masuk,namun sangar terhadap penumpang.ada beberapa kasus terjadi di pelabuhan Batuampar petugas BC di pelabuhan Pelni menahan barang calon penumpang KM Kelud tujuan Tanjungpriuk dan Belawan yang dalam tas atau kopernya berisi 5-7 biji pakaian bekas miliknya sendiri (bukan seken)yang mereka ingin bawa dari rumahnya untuk oleh oleh kekampung tujuan masing-masing. Menurut saya ,tindakan itu tergolong sadis ” sebut dia sedikit kesal.
Lemahnya pengawasan aparat hukum secara khusus bea cukai menjadi penyebab aksi-aksi yang merugikan negara tersebut berjalan mulus,bahkan tak berlebihan jika disebut bagi oknum-oknum aparat tertentu aksi penyeludupan rokok ilegal dan balpres barang bekas menjadi ladang subur atau sumber pundi-pundi yang menjanjikan.
“kita tunggu gebrakan tindakan sungguhan dari Menteri Keuangan ,Purbaya Sadewa memberangus peredaran barang ilegal ini dan kita akan suarakan terus dan bila diperlukan kita bawa ke kantor Menkeu bukti-bukti rokok ilegal,pakaian bekas dan lainnya ” ujar dia mengakhiri.(andreas)







