BATAM,indikasinews.com-Kapolda Kepri,Irjen Pol Asep Safrudin, ternyata sangat sulit dan tidak mau menjawab konfirmasi pesan WhatsAp yang dikirimkan beberapa orang wartawan.Hal demikian turut dirasakan awa media ini yang telah terhitung beberapa kali mengirimkan pesan konfirmasi melalui pesan WhatsAp namun ternyata satupun tidak ada yang berbalas.
Media ini mengirimkan konfirmasi melalui pesan WhatsAp terkait adanya aktivitas perjudian kasino disalah satu ruko di sekitar komplek Nagoya Indah dan bola pingpong di Grand Dragon Club & KTV serta di Clum malam J&J dan disejumlah tempat hiburan malam lainnya.namun Kapolda Kepri Irjen Pol asep Safrudin tidak merespon hingga berita ini pun dinaikkan pada Selasa (08/04/2026) sekira pukul 18 Wib.
Sementara itu,sebelumnya pada edisi Senin Tanggal (07/04/2026) diberitakan:
Mabes Polri diminta untuk melakukan penyelidikan,merazia dan menutup tempat perjudian kasino berskala ‘jumbo’ berlokasi disekitar komplek Taman Nagoya Indah,Kota Batam,Kepulauan Riau.
Investigasi yang berhasil dihimpun media ini bahwa ternyata aktivitas melawan hukum beraroma 303 ini ternyata bukan bar uber operasi tetapi telah berlangsung sekira 4 tahun lamanya tanpa tersentuh apparat hukum.
Sumber media ini seorang keturunan Tionghoa mengatakan perjudian kasino di lokasi komplek Taman Nagoya Indah ini dikelola WNI keturunan Tionghoa kelahiran Kota Tanjungpinang ,Provinsi Kepulauan Riau.sesuai rumor yang beredar bahwa yang bersangkutan pernah ditangkap kepolisian beberapa tahun silam.
Tidak tanggung-tanggung,selain mengelola bisnis perjudian kasino,ternyata inisial AS ini pun mengelola perjudian bola pingpong dibeberapa club malam di Gran Dragon,JJ ,Bombastis,Galaxy Harbourbay dan mungkin saja ditempat lainnya.
Selain itu,bos judi berskala jumbo ini pun mengelola gelanggang permain (gelper) sekitar 6 titik yang lokasinya tersebar dibeberapa daerah,yaitu di Mitra Mall Batuaji,disekitar Botania Batam Canter dan di sekitar Nagoya kota Batam.
“ AS ini menjadi raja atau penguasa perjudian di Batam karena mengelola banyak Lokasi dari kasino,pingpong dan gelper.sedangkan yang lain lain hanyalah mengelola 1 atau 2 lokasi saja,itulah alasannya kita sebut dia menjadi penguasa judi untuk kota Batam” ujar sumber media ini yang namanya sengaja tidak dimuat.
Sumber ini menceritakan ,taruhan di kasino ini tidak ada limit atau batasan .taruhan bernilai miliaran rupiah adalah hal biasa bukan hal istimewa.Bahkan kata dia,sekitar dua bulan yang lalu seorang pengusaha ternama asal Kabupaten Karimun,Provinsi Kepulauan Riau, kalah sekitar Rp 15 miliar rupiah melawan pemain dari luar negeri.
” sebelum bulan puasa atau sekitar dua bulan silam,tersiar kabar seorang pengusaha dari Karimun inisial AC kalah sampai 15 miliar melawan pemain dari luar negeri”ujar dia kepada media ini sambil menikmati secangkir teh tarik di sekitar Nagoya Newton,pada Selasa pagi tanggal (07/04/2026).
. (red)






