Keberanian Menkeu Suahasil Nazara Membredel Dugaan Penyeludupan di Pelabuhan Tikus Tanjung Sengkuang di Nantikan Publik

Investigasi37 Dilihat

Batam,indikasinews.com-Keberanian Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara,diuji mampukah menghentikan dan membredel aktivitas diduga ilegal berupa dugaan penyeludupan pengiriman barang beragam jenis yang diyakini tanpa dokumen kepabeanan melalui pelabuhan yang diyakini tidak memiliki izin , pelabuhan tikus Tanjung Sengkuang,Kota Batam ,Provinsi Kepulauan Riau.

” Nyali atau keberanian Menteri Keuangan yang baru Suahasil Nazara kita tunggu membredel aktivitas ilegal di pelabuhan tikus Tanjung Sengkuang yang diyakini sangat merugikan negara karena tidak membayar biaya pabean dan pajak” demikian diutarakan Along kepada media ini di Jeumpa Kopi ,pada Selasa sekira pukul 17 Wib tanggal (15/9/2026).

Pelabuhan tikus di Tanjung Sengkuang disebut-sebut dikelola H Sage salah satu pelabuhan gelap padat aktivitas pengiriman barang kedaerah lain.pelabuhan tikus ini pernah digerebek aparat gabungan pada bulan November tahun 2025 dari lokasi diamankan beragam barang bukti tanpa memiki dokumen resmi, aparat mengamankan tiga unit kapal (termasuk KM Permata Pembangunan) dan tiga unit truk pengangkut serta mengamankan 7 Anak Buah Kapal (ABK).

Aktivitas dipelabuhan ini sempat terhenti,namun belakangan kambuh lagi.sekira ninggu yang lalu tim media ini berhasil mengabadikan gambar adanya kapal kayu bermuatan penuh bersandar dipelabuhan ini diduga akan membawa barang ke daerah lain diyakini tanpa dokumen kepabeanan yang resmi.

Informasi beredar, inisial Ind penyeludup kawakan mengirimkan barang dari pelabuhan ini tujuan daerah lain.informasi yang berhasil dihimpun tim media ini ,jenis barang yang dibawa keluar Batam adalah:sembako,minyak curah, sparepart, elektronik,bahan bangunan hingga minuman keras tanpa dokumen kepabeanan.

Meski sanksi pidana penyeludupan merupakan tindak pidana serius di sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan,aturan tersebut diyakini hanyalah ibarat mainan bagi para penyeludup serta yang terlibat didalamnya.sebagai bukti ,kegiatan ilegal merugikan negara tersebut dilakukan meski dengan cara kucing kucingan atau mungkin saja dengan back up oknum tertentu.

Terkait informasi beredar ini,pada Selasa tanggal (15/9/2026) media ini telah berupaya mengirimkan pesan konfirmasi melalui WhatsApp kepada Kabid P2 BC,namun belum ada tanggapan hingga berita ini naik.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *