Salah satu Gelper terbesar di Kota Batam.vidio/indikasinews.com(red)
BATAM-Gelanggang permainan (gelper) di Kota Batam kian membludak,ternbaru ada buka dua lokasi berbeda yaitu SUPERSTAR 21 dekat toko roti Taka Deli Nagoya atau yang lebih dikenal Sky Villa dan Milky Way Family KTV disebarang jalan DC Mall yang dahulu dikenal Food Court J-8.
Berdasarkan rangkuman media ini bahwa SUPERSTAR 21 dan juga Milky Way Family KTV menyediakan ratusan mesin jackpot untuk permainan kalangan dewasa beragam merk,mulai dari MM,mesin burung,mesin doraemon,naga,slot,bubble,piala dan jenis lainnya.seluruh mesin jackpot ini pada prakteknya permainannya diduga kuat sangat rentan dan rawan dengan perjudian.
SUPERSTAR 21 berada didepan toko roti Taka Deli Nagoya Kota Batam,Provinsi Kepulauan Riau,telah beroperasi sejak bulan Januari tahun 2026 dan hebatnya lagi gedung ini dari tahun ke tahun selalu idaman bagi para pengelola bisnis berbau 303 berupa gelper dan pemilik gedung ini diketahui berinisial Tt namun disewakan kepada pihak ketiga yang kemudian menjadi tempat permainan mesin ketangkasan elektronik yang rawan dengan perjudian.
‘ Namnya jackpot bisa dipastikan judia ,mesin-mesin ini mampu menelan puluhan juta bahkan ratusan juta rupiah dalam sekejap “ujar sumber media di Milky Way Famili KTV ,pada Minggu tanggal (25/01/2026) sekira pukul 14 Wib.
Gelper SUPERSTAR 21 maupun gelper Milky Way Family beroperasi dengan waktu sekitar lebih kurang 20 jam.yaitu mulai dari jam 09 pagi hingga pukul 04 subuh dini hari ,mempekerjakan wasit,pengawas sistem shift ,kerja satu hari dan off satu hari
“ masuk dari jam 09 pagi,dan baliknya pun besoknya lagi pukul 03 pag,bahkan ada yang sampai jam 06 pagi.sekitar 20 jam gitu kerjanya”demikian penuturan pengawasan ditempat gelper tersebut.
Penuturan serupa juga diutarakan salah sastu wasit yang keja di SUPERSTAR 21 ini.bahwa seluruh pekerja di jackpot SUPERSTAR 21,mulai dari wasit,pengawas,Ob dan sekurity dan penjaga parkiran kemderaan tidak memiliki BPJS ketenaga kerjaan dan BPJS Kesehatan.celaknya lagi,jika diantara wasit ada yang minus ,maka pihak perusahaan membebankannya kepada pekerja atau wasit tersebut.
“ sakit lah bang.meski mata ngantuk tengah malam,tetapi dipaksa harus waspada.karena jika sampai minus dibebankan kepada kita karena management tidak mau bertangung jawab “ sebut dia.
Kapolresta Barelang dan Kapolda Kepri belum dimintai tanggapan higga berita ini dinaikkan.(red)








